Ikan Terbang (Tuing-Tuing) Jasamu Turun Temurun Di Galesong
Ikan Terbang (Tuing-Tuing) Jasamu Turun Temurun Di Galesong
The Salewatangs - Ikan terbang atau orang Galesong menamainya dengan ikan tuing tuing/ikan torani bagi rakyat galesong raya sudah tak asing lagi dengan jenis ikan ini.
Torani nama bisa saja berasal dari nama tubarani (pemberani), karena ikan ini bagi rakyat galesong merupakan ikan yang bisa diperoleh di perairan yang dalam dan perairan yang memiliki arus kuat sehingga keberanian dan kekokohan dalam memperoleh ikan butuh perjuangan yang kuat.
Foto : Ikan Terbang (Orang Galesong menamakannya Tuing-Tuing/Juku'Torani)
Ikan yang memiliki khas bisa terbang meluncur hingga capai diatas kapal nelayan, hingga tak heran jika ikan ini dimata nelayan galesong memiliki keistimewaan tersendiri.
Tak hanya sampai disitu, ikan torani menjadi salah satu sumber rejeki bagi sebahagian besar masyarakat nelayan galesong, keistimewaan inilah yang menjadi ikan dambaan hati orang galesong dikarenakan memiliki manfaat yang begitu besar dikalangan nelayan galesong.
Foto : Telur Ikan Terbang (Orang Galesong menamakannya Bayao Tuing-Tuing/Bayao Juku' Torani)
Harga ikan torani tidak begitu mahal, namun ikan ini mempunyai telur yang apabila sudah dikeringkan dengan di jemur mampu memberi penghasilan besar bagi nelayan galesong dengan harganya yang begitu tinggi kisaran Rp. 300.000,- sampai Rp. 500.000,- .
Yah, ikan torani atau tuing-tuing sungguh istimewa dikalangan masyarakat pesisir galesong raya (Kecamatan Galesong, Galesong Utara, Galesong Selatan) karena sudah banyak yang naik haji, sekolahkan anak, nikahkan anak, bangun rumah, dan lain-lain karena jasa ikan ini.
Foto : Tampak Ikan Terbang (Orang Galesong menamakannya Tuing-Tuing/Juku'Torani) setelah dibakar untuk siap disantap.
Dimata masyarakat Ikan Torani adalah salah satu mahluk Allah di laut yang sangat terasa sekali manfaatnya bagi kelangsungan hidup masyarakat nelayan pesisir galesong. Walau ikan jenis ini terasa hanya musiman saja yakni biasanya dari bulan maret hingga bulan oktober.
Ikan terbang terdapat di perairan jernih dekat daerah "up welling" (kenaikan masa air) dan di perairan laut tersebut di mana plankton melimpah. Berdasarkan kondisi itu terbang banyak dijumpai di perairan timur Indonesia,daerah-daerah tersebut di antaranya, Selat Makasar, Laut Flores, Laut Natuna, Laut Aru, Laut Arafura Irian Jaya, Bagian Utara Sulawesi Utara, Perairan Selatan Bali dan Jawa Timur, Pantai Barat Sumatera Barat, Laut Halmahera, Laut Banda, Perairan Sabang Ujung Banda Aceh dan Laut Utara Iraian Jaya.
Sumber Foto: KITLV Leiden, 1930
Ditahun 2018 bulan juli ini, beberapa nelayan galesong sudah balik kedaratan mencari telur ikan terbang dan Alhamdulillah dari penelusuran penulis, ada nelayan berhasil mengumpulkan telur Ikan Torani ini hingga 200 Kilo Gram banyaknya.
Dalam jumlah kisaran 200 kilogram ini sudah mampu mengembalikan modal awal bahkan sudah bisa menghidupi para awak (orang galesong menamainya Sawi) dari hasil keuntungan yang diperoleh setelah nakhoda kapal (orang galesong menyebutnya Pinggawa) telah dapat bagiannya terlebih dahulu.
Setiap musim sekali dalam setahun, kondisi ini cukup terasa sekali manfaatnya yang berasal dari ikan tuing-tuing ini, baik ikannya maupun telurnya. Sehingga ikan jenis ini menjadi ikan kebanggaan masyarakat pesisir Galesong sampai sekarang.
Penulis : Kemal Syam (TSG)
The Salewatangs - Ikan terbang atau orang Galesong menamainya dengan ikan tuing tuing/ikan torani bagi rakyat galesong raya sudah tak asing lagi dengan jenis ikan ini.
Torani nama bisa saja berasal dari nama tubarani (pemberani), karena ikan ini bagi rakyat galesong merupakan ikan yang bisa diperoleh di perairan yang dalam dan perairan yang memiliki arus kuat sehingga keberanian dan kekokohan dalam memperoleh ikan butuh perjuangan yang kuat.
Foto : Ikan Terbang (Orang Galesong menamakannya Tuing-Tuing/Juku'Torani)
Ikan yang memiliki khas bisa terbang meluncur hingga capai diatas kapal nelayan, hingga tak heran jika ikan ini dimata nelayan galesong memiliki keistimewaan tersendiri.
Tak hanya sampai disitu, ikan torani menjadi salah satu sumber rejeki bagi sebahagian besar masyarakat nelayan galesong, keistimewaan inilah yang menjadi ikan dambaan hati orang galesong dikarenakan memiliki manfaat yang begitu besar dikalangan nelayan galesong.
Foto : Telur Ikan Terbang (Orang Galesong menamakannya Bayao Tuing-Tuing/Bayao Juku' Torani)
Harga ikan torani tidak begitu mahal, namun ikan ini mempunyai telur yang apabila sudah dikeringkan dengan di jemur mampu memberi penghasilan besar bagi nelayan galesong dengan harganya yang begitu tinggi kisaran Rp. 300.000,- sampai Rp. 500.000,- .
Yah, ikan torani atau tuing-tuing sungguh istimewa dikalangan masyarakat pesisir galesong raya (Kecamatan Galesong, Galesong Utara, Galesong Selatan) karena sudah banyak yang naik haji, sekolahkan anak, nikahkan anak, bangun rumah, dan lain-lain karena jasa ikan ini.
Foto : Tampak Ikan Terbang (Orang Galesong menamakannya Tuing-Tuing/Juku'Torani) setelah dibakar untuk siap disantap.
Dimata masyarakat Ikan Torani adalah salah satu mahluk Allah di laut yang sangat terasa sekali manfaatnya bagi kelangsungan hidup masyarakat nelayan pesisir galesong. Walau ikan jenis ini terasa hanya musiman saja yakni biasanya dari bulan maret hingga bulan oktober.
Ikan terbang terdapat di perairan jernih dekat daerah "up welling" (kenaikan masa air) dan di perairan laut tersebut di mana plankton melimpah. Berdasarkan kondisi itu terbang banyak dijumpai di perairan timur Indonesia,daerah-daerah tersebut di antaranya, Selat Makasar, Laut Flores, Laut Natuna, Laut Aru, Laut Arafura Irian Jaya, Bagian Utara Sulawesi Utara, Perairan Selatan Bali dan Jawa Timur, Pantai Barat Sumatera Barat, Laut Halmahera, Laut Banda, Perairan Sabang Ujung Banda Aceh dan Laut Utara Iraian Jaya.
Sumber Foto: KITLV Leiden, 1930
Ditahun 2018 bulan juli ini, beberapa nelayan galesong sudah balik kedaratan mencari telur ikan terbang dan Alhamdulillah dari penelusuran penulis, ada nelayan berhasil mengumpulkan telur Ikan Torani ini hingga 200 Kilo Gram banyaknya.
Dalam jumlah kisaran 200 kilogram ini sudah mampu mengembalikan modal awal bahkan sudah bisa menghidupi para awak (orang galesong menamainya Sawi) dari hasil keuntungan yang diperoleh setelah nakhoda kapal (orang galesong menyebutnya Pinggawa) telah dapat bagiannya terlebih dahulu.
Setiap musim sekali dalam setahun, kondisi ini cukup terasa sekali manfaatnya yang berasal dari ikan tuing-tuing ini, baik ikannya maupun telurnya. Sehingga ikan jenis ini menjadi ikan kebanggaan masyarakat pesisir Galesong sampai sekarang.
Penulis : Kemal Syam (TSG)




Sy bangga jadi anak Galesong
ReplyDelete